Bambuwulung.or.id – Sejarah Metamfetamin (sabu-sabu) pertama kali disintesis pada tahun 1893 di Jepang oleh ahli kimia Nagai Nagayoshi.
Awalnya sabu-sabu (methamfetamin) diteliti untuk potensi pengobatan. Selama Perang Dunia II, zat ini digunakan secara luas oleh militer untuk meningkatkan kewaspadaan prajurit pada masa itu.
Kemudian, sabu-sabu disalahgunakan karena efek stimulan kuat, adiktif, dan euforia yang ditimbulkannya.
Berikut adalah poin-poin sejarah penting metamfetamin:
Penemuan:
Disintesis dari efedrin oleh Nagai Nagayoshi pada tahun 1893 di Jepang.
Sintesis Ulang:
Bentuk kristal yang lebih kuat ((Methamphetamine) (Hydrochloride)) disintesis oleh Akira Ogata pada tahun 1919.
Penggunaan Militer:
Selama Perang Dunia II, Jerman (Pervitin) dan Jepang menggunakan zat ini untuk menjaga prajurit tetap terjaga dan waspada.
Penyalahgunaan:
Setelah perang, penggunaannya meluas, terutama oleh pekerja yang membutuhkan stamina tinggi atau pengemudi truk, sebelum akhirnya dilarang karena sifat adiktifnya. Karakteristik: Merupakan stimulan sistem saraf pusat yang kuat. Saat ini, metamfetamin umumnya dikenal sebagai narkoba kristal berbahaya yang disalahgunakan karena efek euforianya.

